A.
Sejarah
Perkembangan Sastra Arab -prologema-
Menyebarnya sastra arab sangat erat kaitannya dengan bersinarnya islam
secara luas ke berbagai belahan dunia terutama pada abad ke 7 hijriah, hal ini
dikarenakan ia adalah bahasa Al-Qur’an yang mulia. Bahasa yang
indah ini menyebar ke berbagai penjuru timur dan barat, sehingga sebagian besar
peradaban dunia pada masa itu sangat terwarnai oleh peradaban Islam. Mereka
yang berperan mengembangkan sastra arab pada masa kejayaan islam berasal dari
berbagai suku bangsa, diantara mereka berasal dari Jazirah Arab, Mesir, Romawi,
Armenia, Barbar, Andalusia dan sebagainya, walau berbeda bangsa namun mereka
semua bersatu diatas Islam dan Bahasa Arab, mereka berbicara dan menulis karya
sastra serta berbagai kajian keilmuan lainnya dengan Bahasa Arab .
Dan tidaklah Allah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Quran melainkan
karena ia adalah bahasa terbaik yang pernah ada. Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman “Sesungguhnya Kami telah jadikan Al-Quran dalam bahasa Arab supaya
kalian memikirkannya.”(Yusuf : 2). Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,
“Dan sesungguhnya Al-Quran ini benar-benar diturunkan oleh Pencipta Semesta
Alam ,dia dibawa turun oleh Ar ruh Al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad)
agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,
dengan bahasa Arab yang jelas“(Asy Syu’ara:192-195).
Allah juga berfirman “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah
membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan
cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada Setiap musim
dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia
supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon
yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak
dapat tetap (tegak) sedikitpun.
Pembahasan ini mencoba untuk membangkitkan semangat para generasi muda
islam untuk mengkaji kembali kebudayaan islam yang agung dan indah ini,
kebudayaan yang pernah memimpin dunia, yang mampu menyentuh bagian hati manusia
yang paling dalam dengan cahaya imannya, menjadi penawar bagi jiwa yang luka,
menghidupkan kembali hati yang mati.
B.
Sastra Arab dan
Pembagian Periode Perkembangannya
Kata الأدب sendiri telah mengalami berbagai macam perubahan
makna seiring berjalannya waktu dan bergantinya peradaban bangsa arab, dahulu
kala kata الأدب bermakna undangan untuk makan. Pengertian Adab
terus berubah hingga akhirnya menjadi sesuatu yang kita pahami saat ini.
Pengertian Adab
Adab memiliki
dua makna ; makna khusus dan makna umum
Secara umum الأدب berarti berhias diri dengan akhlak yang luhur seperti
jujur, amanah dsb, orang bijak mengatakan : أدبني ربي فأحسن
تأديبي
“Robbku telah mendidikku dengan sebaik-baiknya pendidikan.” Dalam definisinya,
Al-Jurjani meletakkan Adab sebagai sesuatu yang setara dengan Ma’rifah yang
mencegah pemiliknya dari terjerumus kedalam berbagai bentuk kesalahan.
Secara Khusus
“Al-Adab” berarti :
الكلام الانشائي
البليغ الذي يقصد به إلى التأ ثيرفي عواطف القراء والسامعين ، سواء كان شعرا أم
نثرا
“Yaitu perkataan yang indah dan jelas, dimaksudkan untuk menyentuh jiwa
mereka yang mengucapkan atau mendengarnya baik berupa syair maupun natsr atau
prosa. “
Perkataan tersebut haruslah memenuhi beberapa
persyaratan, yaitu :
1. Lafaznya haruslah mudah dan indah
2. Memiliki kedalaman makna
3. Menyentuh jiwa
a. Jenis-jenis Adab
1. Natsr atau prosa: yaitu ungkapan yang indah namun tidak memiliki
wazan[1] maupun qofiyah[2], seperti khotbah, surat, wasiat, perkataan hikmah,
matsal, dan kisah.
2. Syair: yaitu
ungkapan indah yang memiliki wazan maupun qofiyah, seperti :
تـعلم فليس
المرء يولد عالما فليس أخو علم كـما هو جـاهل
وإن كبير القوم
لا علم عنده صغير إذ التفت عليه المحا فل
Jenis-jenis syair seperti: deskripsi atau pemerian, pujian, ejekan, kedukaan, hikmah dsb.
b. Sejarah Adab
Ilmu sejarah adab merupakan suatu ilmu untuk mengetahui kondisi sastra di
berbagai periode perkembangannya, baik dari segi kuat atau lemahnya maupun
sedikit atau banyaknya. Melalui ilmu ini kita juga dapat mengetahui
kehidupan para sastrawan, baik dari segi masa dimana ia hidup, tempat dan
karya-karyanya.
c. Periode Perkembangan Adab
Periode
perkembangan dalam sastra arab dibagi kedalam enam periode :
1. Periode
Jahiliyah : Sejak dua abad atau satu setengah abad sebelum islam hingga masa
dimana islam muncul.
2. Periode awal
Islam : Sejak munculnya islam hingga berakhirnya kepemimpinan
Khulafa’urrasyidin tahun 40 H.
3. Periode
Daulah Umayyah : Sejak berdirinya Dinasti Umayyah tahun 40 H hingga masa
keruntuhannya tahun 132 H.
4. Periode
Daulah Abbasiyah : Sejak berdirinya Dinasti Abbasiyah tahun 132 H hingga masa
keruntuhannya akibat serangan pasukan Tatar tahun 656 H.
5. Periode Keruntuhan: Periode ini dibagi dua fase yaitu sejak runtuhnya
Dinasti Abbasiyah tahun 656 H dan ketika Dinasti Utsmaniyyah menguasai Kairo
pada tahun 923 H dan berakhir hingga runtuhnya Dinasti Utsmaniyyah pada awal
abad ketiga belas hijriah.
6. Era baru:
Ditandai dengan munculnya gerakan-gerakan kebangkitan islam dibeberapa negara
arab pada awal abad ketiga belas hijriah hingga saat ini.
[1] Wazan atau timbangan kata dalam bahasa arab adalah keserupaan bentuk/irama kata antara kata-kata yang menyusun suatu baris bait dengan kata-kata di baris berikutnya.
[2] Qofiyah
adalah kesamaan bunyi huruf akhir dalam sebuah bait syair dengan bait lainnya.
Dalam diskusi
tentang kesusastraan Islam, Sastra Jahiliyah hampir tak pernah luput dari
pembicaraan. Berdasarkan studi komparatif antara Sastra Arab pada periode Jahiliyah
dan periode-periode setelah munculnya islam akan dapat ditarik kesimpulan
mengenai peran islam yang begitu besar dalam perubahan sosio-kultural bangsa
arab. Kita akan menyaksikan bagaimana sebuah bangsa yang sekian lama
terjerembab dalam paganisme dan dekadensi moral yang demikian parah dapat
diselamatkan oleh Islam menuju kehidupan yang penuh petunjuk dan kemuliaan.
Karya sastra pada periode jahiliyah menggambarkan keadaan hidup masyarakat dikala itu, dimana mereka sangat fanatik dengan kabilah atau suku mereka, sehingga syair-syair yang muncul tidak jauh dari pembanggaan terhadap kabilah masing-masing. Begitu juga dengan khutbah yang kebanyakan berfungsi sebagai pembangkit semangat berperang membela kabilahnya, namun demikian karya-karya sastra pada periode Jahiliyah juga tidak luput dari nilai-nilai positif yang dipertahankan oleh Islam seperti hikmah dan semangat juang. Hampir seluruh syair-syair dan khutbah pada masa jahiliyah diriwayatkan dari mulut ke mulut kecuali yang termasuk kedalam Al-Mu’allaqot, hal ini disebabkan masyarakat jahiliyah sangat tidak terbiasa dengan budaya tulis menulis, pada umumnya syair-syair jahiliyah dimulai dengan mengenang puing-puing masa lalu yang telah hancur, berbicara tentang hewan-hewan yang mereka miliki dan menggambarkan keadaan alam tempat mereka tinggal. Beberapa kosa kata yang terdapat dalam karya-karya sastra jahiliyah sulit dipahami karena sudah jarang dipakai dalam bahasa arab saat ini.
Karya sastra pada periode jahiliyah menggambarkan keadaan hidup masyarakat dikala itu, dimana mereka sangat fanatik dengan kabilah atau suku mereka, sehingga syair-syair yang muncul tidak jauh dari pembanggaan terhadap kabilah masing-masing. Begitu juga dengan khutbah yang kebanyakan berfungsi sebagai pembangkit semangat berperang membela kabilahnya, namun demikian karya-karya sastra pada periode Jahiliyah juga tidak luput dari nilai-nilai positif yang dipertahankan oleh Islam seperti hikmah dan semangat juang. Hampir seluruh syair-syair dan khutbah pada masa jahiliyah diriwayatkan dari mulut ke mulut kecuali yang termasuk kedalam Al-Mu’allaqot, hal ini disebabkan masyarakat jahiliyah sangat tidak terbiasa dengan budaya tulis menulis, pada umumnya syair-syair jahiliyah dimulai dengan mengenang puing-puing masa lalu yang telah hancur, berbicara tentang hewan-hewan yang mereka miliki dan menggambarkan keadaan alam tempat mereka tinggal. Beberapa kosa kata yang terdapat dalam karya-karya sastra jahiliyah sulit dipahami karena sudah jarang dipakai dalam bahasa arab saat ini.
Natsr atau Prosa.
Pada periode
ini terdapat beberapa jenis Natsr, diantaranya: Khutbah, wasiat , Hikmah dan
Matsal.
Khutbah
Yaitu
serangkaian perkataan yang jelas dan lugas yang disampaikan kepada khalayak
ramai dalam rangka menjelaskan suatu perkara penting.
Sebab-sebab
munculnya khutbah pada periode Jahiliyah
1. Banyaknya perang antar kabilah.
2. Pola hubungan yang ada pada masyarakat
Jahiliyyah seperti saling mengucapkan
selamat, belasungkawa dan saling memohon bantuan perang.
3. Kesemrawutan politik yang ada kala itu.
4. Menyebarnya buta huruf, sehingga komunikasi
lisan lebih banyak digunakan daripada tulisan.
5. Saling membanggakan nasab dan adat istiadat.
Ciri khasnya
1. Ringkasnya kalimat.
2. Lafaznya yang jelas.
3. Makna yang mendalam.
4. Sajak (berakhirnya setiap kalimat dengan huruf
yang sama).
5. Sering dipadukan dengan syair, hikmah dan matsal.
Contoh Khutbah
:
Khutbah Hani’ Bin Qobishoh pada Pertempuran Dzi-Qorin
Kisra ( Raja Persia )
memaksa Hani bin Qobishoh Asa-Syaibani agar menyerahkan harta amanah yang
dititipkan kepadanya oleh Nu’man ibnul Mundzir-salah seorang penguasa Irak-. Hani
menolak permintaan tersebut demi menjaga amanah yang dititipkan kepadanya
sehingga terjadilah perang antara tentara Persia dengan kabilah Bakr yang
dipimpin oleh Hani, pertempuran tersebut berlangsung pada sebuah tempat dekat
Bashrah di Irak yang bernama Dzi-Qorin, pertempuran tersebut akhirnya
dimenangkan oleh Kabilah Bakr, sebelum pertempuran tersebut berlangsung Hani’
membakar semangat para pasukannya dengan perkataannya :
يا معشر بكر ,
هالك معذور خير من ناج فرور, إن الحذر لا ينخي من القدر, و إن الصبر من أسباب
الظفر, المنية ولا الدنية, استقبال الموت خير من استدباره, و الطعن في ثغر النحور,
أكرم منه في الأعجاز و الظهور, يا أبا بكر : قاتلوا فما للمنايا من بد
“Wahai sekalian kaum Bakr,
orang yang kalah secara terhormat lebih baik dari orang yang selamat kar’na
lari dari medan juang, sesungguhnya ketakutan tidak akan melepaskan kalian dari
ketentuan Tuhan, dan sesungguhnya kesabaran adalah jalan kemenangan. Raihlah
kematian secara mulia, jangan kalian memilih kehidupan yang hina ini.
Menghadapi kematian lebih baik daripada lari darinya, tusukan tombak di
leher-leher depan lebih mulia dibanding tikaman dipunggung kalian, wahai kaum
Bakr….. Berperanglah!!!! Karena kematian adalah suatu kepastian.. “
Wasiat
yaitu nasihat
seorang yang akan meninggal dunia atau akan berpisah kepada seorang yang
dicintainya dalam rangka permohonan untuk mengerjakan sesuatu.
Wasiat memiliki
banyak persamaan dengan khutbah hanya saja umumnya wasiat lebih ringkas.
Contoh Wasiat :
Wasiat Disaat
Dzul Isba’ Al-‘adwani kepada anaknya Usaid
Disaat Dzul Isba’
Al-‘adwani merasakan ajalnya ia memanggil anaknya Usaid, ia menasihati anaknya
dengan beberapa nasihat demi mewujudkan kedudukan yang mulia ditengah manusia
dan menjadikannya seorang yang mulia, terhormat dan dicintai oleh kaumnya. Ia berkata :
ألن جانبك لقومك
يحبوك, وتواضع لهم يرفعوك, وابسط لهم وجهك يطيعوك, ولا تستأثر عليهم بشيء
يسودوك,أكرم صغارهم كما تكرم كبارهم و يكبر على مودتك صغارهم, واسمح بمالك, و أعزز جارك
وأعن من استعان بك, وأكرم ضيفك, وصن وجهك عن مسألة أحد شيئا, فبذلك يتم سؤددك
“Berlemah lembutlah kepada
manusia maka mereka akan mencintaimu, dan bersikap rendah hatilah niscaya
mereka akan mengangkat kedudukanmu, sambut mereka dengan wajah yang selalu
berseri maka mereka akan mentaatimu, dan janganlah engkau bersikap kikir maka mereka
akan menghormatimu. Muliakanlah anak kecil mereka sebagaimana engkau mencintai
orang-orang dewasa diantara mereka, maka anak kecil tadi akan tumbuh dengan
kecintaan kepadamu, mudahkanlah hartamu untuk kau berikan, hormatilah
tetanggamu dan tolonglah orang yang meminta pertolongan, muliakanlah tamu dan
selalulah berseri ketika menghadapi orang yang meminta-minta, maka dengan itu
semua sempurnalah kharismamu.”
Hikmah
Yaitu kalimat
yang ringkas yang menyentuh yang bersumber dari pengalaman hidup yang dalam,
didalamnya terdapat ide yang lugas dan nasihat yang bermanfaat.
Contoh_Hikmah:
آفة الرأي الهوى
“Perusak akal
sehat manusia adalah hawa nafsunya.”
مصارع الرجال
تحت برو ق الطمع
“Kehancuran
seorang lelaki terletak dibawah kilaunya ketamakan“
Matsal
Yaitu kalimat singkat yang diucapkan pada keadaan atau peristiwa tertentu,
digunakan untuk menyerupakan keadaan atau peristiwa tertentu dengan keadaan
atau peristiwa asal dimana matsal tersebut diucapkan.
Contoh Matsal :
سبق السيف العذل
“Pedang telah mendahului celaan.”
Bermakna “nasi sudah menjadi bubur” dimana celaan tidak akan mampu merubah
kejadian yang telah terjadi.
Kisah Matsal: Seorang Arab mengutus anaknya untuk mencari untanya yang
hilang, namun anaknya tak kunjung pulang, maka pergilah sang ayah untuk mencari
anaknya tersebut pada bulan haram, ditengah perjalanan ia bertemu dengan
seorang pemuda dan menemaninya, sang pemuda tersebut kemudian berkata: beberapa
waktu lalu aku bertemu dengan seorang pemuda dengan ciri-ciri begini dan begini
dan aku rampas pedang ini darinya, sang ayah pun berfikir dan melihat pedang
tersebut, barulah ia sadar bahwa pemuda inilah yang membunuh anaknya, sang ayah
pun menebas pemuda tadi hingga mati, ketika masyarakat mengetahui hal tersebut
mereka mengatakan “ mengapa kau membunuh di bulan haram, sang ayah berkata :
سبق السيف العذل
“pedangku telah mendahului celaan kalian.“
Matsal ini kita ucapkan kepada seorang yang menyesali perkara yang telah
lalu.
الصيف ضيعت
اللبن
“Musim panas yang lalu engkau telah menyia-nyiakan susu yang ada.”
Kisah Matsal : Pada suatu musim panas seorang lelaki tua menikahi gadis
muda yang cantik jelita, lelaki tadi memiliki begitu banyak unta dan kambing
yang senantiasa memproduksi susu. Akan tetapi wanita ini tidak mencantai lelaki
tua itu dan meminta untuk diceraikan, maka merekapun bercerai. Wanita tadi
akhirnya menikah dengan seorang pemuda yang tampan namun miskin, tidak punya
kambing apalagi unta, pada musim dingin wanita tadi melihat sekawanan kambing
milik lelaki tua mantan suaminya dan memohon agar diberikan susu dari
kambing-kambing tersebut, namun lelaki tua itu menolak dan berkata الصيف ضيعت
اللبن musim panas yang lalu kau
telah menyia-nyiakan susu yang aku beri
Matsal ini diucapkan kepada seorang yang telah menyia-nyiakan kesempatan dimasa
lalu namun kini mengharapnya kembali.
Syair
Dalam kehidupan masyarakat jahiliyah syair memiliki kedudukan yang penting
dan pengaruh yang kuat sehingga masing-masing kabilah saling berbangga dengan
kemunculan seorang penyair handal dari kalangan mereka, mereka pun kerap kali
mengadakan acara khusus untuk menyaksikan dan menikmati syair-syair tersebut.
Jenis-jenis
syair pada masa jahiliyah :
1. Al-Madh atau
pujian.
2. Al-Hija’
atau cercaan.
3. Al-Fakhr
atau membangga.
4. Al-Hamaasah
atau semangat yakni untuk membangkitkan semangat ketika ada suatu peristiwa
semacam perang atau membangun sesuatu
5. Al-Ghozal
atau ungkapan cinta bagi sang kekasih
6. Al-I’tidzar
atau permohonan maaf.
7. Ar-Ritsa’
atau belasungkawa
8. Al-Washf atau pemerian yaitu penjelasan perhadap sesuatu dengan sangat
simbolistik dan ekspresionistik
Al-Mu’allaqot
Adalah Qasidah panjang yang indah yang diucapkan oleh para penyair jahiliyah dalam berbagai kesempatan dan tema. Sebagian Al-Mu’allaqot ini diabadikan dan ditempelkan didinding-dinding Ka’bah pada masa Jahiliyah. Dinamakan dengan Al-Mu’allaqot ( Kalung ) karena indahnya syair-syair tersebut menyerupai perhiasan yang dikalungkan oleh seorang wanita. Para pujangga Al-Mu’allaqot berjumlah tujuh orang, yaitu :
Adalah Qasidah panjang yang indah yang diucapkan oleh para penyair jahiliyah dalam berbagai kesempatan dan tema. Sebagian Al-Mu’allaqot ini diabadikan dan ditempelkan didinding-dinding Ka’bah pada masa Jahiliyah. Dinamakan dengan Al-Mu’allaqot ( Kalung ) karena indahnya syair-syair tersebut menyerupai perhiasan yang dikalungkan oleh seorang wanita. Para pujangga Al-Mu’allaqot berjumlah tujuh orang, yaitu :
* امرؤ القيس بن حجر الكندي
* زهير بن أبي سلمى
* طرفة بن العبد
* عنزة بن شداد العنسي
* عمرو بن كلثوم
* الحارث بن حلزة
* لبيد بن ربيعة
Contoh Syair Al-Mu’allaqot :
Diantara Hikmah Zuhair Bin Abi Sulma
Perang yang begitu dahsyat berkecamuk antara kabilah ‘Abs dan kabilah
Dzubyan hanya dikarenakan pacuan kuda, perang ini berlangsung hingga 40 tahun
lamanya, maka dua orang pembesar dari kabilah lain yaitu Haram bin Sinan dan
Al-Harits bin ‘Auf berupaya mendamaikan kedua kabilah tersebut dengan
menanggung kerugian akibat perang yang dialami oleh kedua belah pihak, dan
akhirnya perangpun berhenti. Hal ini memberikan kekaguman yang luar biasa bagi
diri Zuhair bin Abi Sulma sehingga ia menciptakan sebuah Qosidah yang begitu
indah dalam rangka memuji kedua orang tersebut. Zuhair berkata
:
سئمت تكـاليـف الـحياة ومن يعش
ثـمانين حولا- لا أبا لك – يسـأم
وأعـلم مـا في اليوم والأمـس قبلـه
ولكنني عن علم ما في غـد عـم
ومـن هـاب أسبـاب المـنايـا ينلـنه
ولـو نـال أسباب السـماء بسلــم
ومن يجعل المعروف في غير أهله يـعــد
حـمـده ذمـا عــليه فيـندم
ومهما تكن عند امرئ من خـليقة ولو
خالها تخفى على الناس تعلم
لأن لـسان الـمـرء مـفـتـاح قــلـبه
إذا هو أبدى مـا يـقول من الـفـم
لسان الفتى نصف و نصف فؤاده ولم يبق
إلا صـورة اللحـم والدم
Aku telah letih merasakan beban kehidupan
Sungguh aku letih setelah hidup delapan puluh tahun ini
Aku tahu apa yang baru saja terjadi dan kemarin hari
Namun terhadap masa depan sungguh aku buta
Barang siapa yang lari dari kematian sungguh akan menemuinya
Walau ia panjat langit dengan tangganya
Barang siapa yang memuji orang yang tak pantas dipuji
Maka esok hari pujiannya itu akan disesali
Seorang manusia tentu memiliki tabiat tertentu
Walau ia sangka tertutupi pasti orang lain akan mengetahui
Itu karena lidah seseorang adalah kunci hatinya
Lidahnyalah yang menyingkap semua rahasia
Lidah itu adalah setengah pribadi manusia dan setengahnya lagi adalah hati
Tidak ada selain itu kecuali daging dan darah sahaja
Islam telah menggoreskan sejarah perubahan yang menyeluruh pada sistem
kehidupan manusia, baik dari segi spiritual, sosial, politik maupun sastra dan
budaya, perubahan tersebut tidak hanya terbatas bagi bangsa arab saja, namun
mencakup seluruh bangsa yang tersentuh oleh dakwah islam, sehingga bangsa
tersebut tersinari oleh cahaya dan keutamaan iman.
Ajaran islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad sendiri lahir pada suatu
lingkungan yang memiliki budaya dan nilai tertentu, maka benturan islam
terhadap nilai-nilai tersebut pun tak dapat terelakkan, sehingga islam datang
untuk membatalkan seluruh nilai yang tidak sesuai ajarannya yang tinggi namun
tetap mempertahankan hal-hal yang sejalan dengannya.
Sastra Pada periode ini dengan jelas menggambarkan kepada kita tentang
kehidupan masyarakat islam yang bergitu gemilang jauh dari kekacauan, sebuah
lembaran sejarah yang paling indah, kita baca baris-barisnya yang akan
menghembuskan aroma keikhlasan, memperlihatkan cahaya tauhid dan menampakkan
sebuah semangat yang mampu merontokkan gunung, dan menundukkan berbagai macam
kesulitan. Lembaran sejarah itu telah ditulis dengan darah para syuhada yang
kelak pada hari kiamat akan menebarkan bau wangi bak minyak misik, baris-baris
mutiara itu ditulis oleh tangan-tangan yang suci dan hati yang sehat nan tulus.
sebuah masa dimana kehidupan begitu tenteram dikarenakan keimanan yang ada pada
hati-hati mereka. Pada periode ini sastra pun berkembang sesuai
dengan ruh keislaman.
Kitabah atau
Surat
Pada periode
ini Kegiatan surat menyurat mulai berkembang dalam rangka dakwah islamiyah,
pengaturan hukum dan kebijakan politik pemerintahan islam serta penulisan
piagam perdamaian antar negeri.
Surat
Rasulullah kepada Khalid bin Walid
Semenjak Allah
memerintahkan Beliau untuk berdakwah kejalan Allah, Beliau begitu
bersungguh-sungguh dalam upaya menyebarkan cahaya Islam dan mengajak manusia
kembali kepada tauhid. Beliau tak pernah lelah dalam mendakwahi manusia kejalan
Allah dengan penuh kebijaksanaan, nasihat yang baik dan akhlak yang terpuji.
Diantara
kabilah Arab yang didakwahi oleh Beliau adalah kabilah Bani Al-Harits bin Ka’b,
Beliau pun mengutus Khalid bin Walid untuk mengajak mereka kepada Islam. Sampai
akhirnya Khalid bin Walid mengirimkan surat kepada Rasulullah bahwa kabilah
tersebut menerima dakwah Islam. Rasulullah membalas surat tersebut
memerintahkan Khalid bin Walid untuk kembali bersama utusan dari mereka untuk
pembelajaran tentang keislaman Dalam suratnya Beliau berkata :
بـسم الله الرحمن الرحيم : من محمد النبي رسول الله إلى خالد بن الوليد , سلام عليك , فإ ني أحمد إليك الله الذي لا إله إلا هو
أما بعد : فإن
كتابك جاءني مع رسو لك تخبر أن بني الحارث بن كعب قد أسلموا قبل أن تقاتلهم ,
وأجابوا إلى ما دعوتهم إليه من الإسلام , وشهدوا أن لا إله إلا الله , وأن محمدا
عبدالله ورسوله , فبشرهم وأنذرهم , وأقبل واليقبل معك وفدهم , والسلام عليكم
ورحمةالله وبركاته
“Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad sang Nabi utusan Allah, semoga keselamatan selalu bersamamu, Aku panjatkan puji kepada Allah untukmu. Amma ba’du : Telah sampai kepadaku surat yang engkau kirimkan bersama utusanmu, menjelaskan bahwa kabilah Bani Al-Harits bin Ka’b telah masuk islam dengan damai tanpai terjadi pertempuran, mereka telah mengikuti apa-apa yang engkau dakwahkan dari Agama ini, mereka bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, maka berilah kabar gembira atas keislaman mereka dan berilah mereka peringatan, dan kembalilah engkau wahai Khalid bersama utusan dari kabilah tersebut. Semoga keselamatan, rahmat serta barakah senantiasa Allah limpahkan kepadamu.”
www.salafi.or.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar